| 1 balas kata ]

Bayu dingin seakan tidak mengalah kepada kitaran musim.


Tapi sinar mentari seakan dijemput hadir untuk melengkapkan hukum ketuhanan. Memancar telus dari ruang angkasa ke segenap pelusuk Bumi. Menjangkau dari seinci ke sehasta mana yang dibenarkan. Sinar melekap pada badan-badan objek yang merelakan pada sifatnya. Yang polos bisa membenarkan ia tembus, biar sampai ke anak mata mereka yang hidup.

Para manusia bergerak dalam ritma yang berbeza. Dengan segala permasalahan yang berbeza hendaknya. Pada diskusi ilmiah dan manusiawi menyisih jurang. Namun ia semua bisa disatukan pada kata kesepakatan. Sejauh mana pemahaman dan keprihatinan berat ringan luahan rasa.

Ya, lahir fizikal dan mental menjadi satu. Membesar pada gerak kalimah yang membenarkan. Merasai, hidup, bergerak dan diam. Namun belum lagi mati selagi ajal tidak menjemput. Silalah jiwa, tadahkan segenap rasa pada deria-deria peka.

Ikatan silaturrahim, mewarnai kehidupan yang entah bila habisnya. Pada jelas yang kabur riaknya, usaha tetap dikerahkan. Agar diusir segala malapetaka, segala mimpi buruk yang mengerikan. Terima kasih. Benar, ujian itu untuk kita jalani. Beza pada keputusannya. Maju atau jatuh.

Tatkala omongan menempikkan " hidup ini umpama roda", diri ini memilih untuk diam, memikirkan. Yang di atas, bantulah yang dibawahmu. Usah jelek memandang yang di bawah. Biar selaksa manusia berada di puncak atas sana.

Membuka kitab kehidupan, terpahat berjuta warna tambahan yang membetulkan. Membetulkan terhadap segala gerak geri yang sumbang lakunya, aib ketahuannya. Kita tatap berkali-kali, kita siar-siarkan berkali-kali dalam ruang memori - biar kita sesal, biar kita sedari diri ini. Kenali diri. Kenali jiwa ini. Kenali hidup ini.

Terpapar. Dalam ruang pameran. Sekujur tubuh. Tanpa seurat benang. Menadah kitab. Pada tangan kanan dan kirinya. Bisu lidahnya. Menunggu. Pada timbangan yang jujur sejujurnya. Adil seadilnya pengadilan.

Pada ketika ini, ku pohon agar dibukakan pintu itu. Pintu dambaan. Jangan ditolakkan aku keluar dari pintu itu.